Kesimpulan Sementara: Fungsi Partikel ko pada Kalimat Nominal dalam Bahasa Kolor
Berdasarkan data yang telah dikumpulkan sejauh ini, partikel ko merupakan salah satu unsur gramatikal yang penting dalam bahasa Kolor. Fungsi ko yang dibahas di sini hanya terbatas pada posisinya di tengah kalimat, sedangkan penggunaan ko di awal dan di akhir kalimat akan dibahas secara terpisah karena diduga memiliki fungsi yang berbeda.
Fungsi Dasar
Data sementara menunjukkan bahwa ko berfungsi sebagai partikel penghubung antara subjek dan predikat nominal. Dengan kata lain, ko digunakan apabila predikat berupa nomina atau unsur nominal, seperti nama profesi, identitas, hubungan kekerabatan, kepemilikan, maupun kata tanya yang menggantikan nomina.
Pola dasarnya adalah:
Subjek + ko + Predikat Nominal
Contoh:
- za'o ko guru = Saya seorang guru.
- Beny Kadir ko guru = Beny Kadir seorang guru.
- Retno ko dokter = Retno seorang dokter.
- gau ko apa? = Kamu sebagai apa? / Kamu apa?
- za'o ko ema'n = Saya ayahnya.
- eghi mbaru ko za'o = Ini rumah saya.
- eghi mbaru ko sei? = Ini rumah siapa?
Dalam semua contoh tersebut, keberadaan ko terasa alami dan pada umumnya diperlukan agar kalimat terdengar lengkap.
Kalimat Negatif
Partikel ko tetap digunakan dalam kalimat negatif yang memiliki predikat nominal.
Contoh:
- za'o mbaen ko guru = Saya bukan guru.
- gia mbaen ko ema'n = Dia bukan ayahnya.
Namun, pada kalimat tertentu seperti:
- eghi mbaen mbaru ko za'o = Ini bukan rumah saya.
keberadaan ko dapat dihilangkan tanpa mengubah makna secara berarti. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat variasi penggunaan yang memerlukan penelitian lebih lanjut.
Predikat Selain Nomina
Berdasarkan data yang tersedia saat ini, ko tidak digunakan apabila predikat berupa:
- kata kerja,
- kata sifat,
- keterangan tempat, atau
- bilangan.
Dengan demikian, penggunaan ko tampaknya berkaitan khusus dengan predikat nominal.
Hubungan dengan Akhiran -n
Dalam banyak contoh, predikat nominal yang mengikuti ko juga menggunakan akhiran -n, misalnya:
- eghi ko za'on = Ini punya saya.
- gia nitu ko mbaru'n = Dia di situ rumahnya.
- sama eghi ko do'n = Sama seperti ini banyaknya.
- sama tughi ko deu'n = Sama seperti itu jauhnya.
- gia sama eghi ko adak'n = Dia beginilah sifatnya.
- tughi ko dai'n = Begitulah maunya.
- tughi ko lomir'n = Begitulah keinginannya.
- eghi ko bazu'n = Inilah bajunya.
Pembahasan mengenai fungsi akhiran -n telah dibuat secara terpisah, tetapi dari data yang ada tampak bahwa ko dan -n sering muncul dalam konstruksi yang saling berkaitan.
Catatan
Pada tahap penelitian ini, ko belum dipahami sebagai kata yang berarti adalah dalam arti leksikal. Meskipun dalam banyak terjemahan bahasa Indonesia fungsi ko dapat diterjemahkan dengan kata adalah atau bahkan tidak diterjemahkan secara langsung, pendekatan yang lebih tepat adalah memandang ko sebagai partikel gramatikal yang menghubungkan subjek dengan predikat nominal dalam bahasa Kolor.
Kesimpulan ini bersifat sementara dan akan terus disempurnakan apabila ditemukan data-data baru, terutama mengenai penggunaan ko di awal dan di akhir kalimat yang diduga memiliki fungsi gramatikal yang berbeda.

